Kisah Mengharukan, Ketika Istri Menginfakkan Cincin Pernikahannya

"Abi... minta maaf sebelumnya," sebuah pesan masuk ke inbox FB seorang suami, "Ummi tidak punya harta yang terbaik. Yang ummi punya hanya cincin hadiah ulang tahun pernikahan kita. Tadi ummi masukkan ke kotak infaq acara Gaspoll..."

Cukup panjang pesan itu. Sambil membaca, sang suami pun mengingat betapa berartinya cincin itu bagi mereka. Di awal menikah dulu, kondisi perekonomian mereka sangat susah. Bahkan, cincin mahar akhirnya terjual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Hingga kemudian Allah membuat kondisi mereka membaik. Maka sang suami pun memberikan hadiah cincin itu di hari ulang tahun pernikahan mereka, sebagai gantinya. Dan kini, cincin penuh kenangan itu diinfakkannya.

"Iya. tidak apa-apa sayang. Abi seneng kok," kalimat itu yang kemudian dikirimkan sebagai balasan kepada istrinya.

Mungkin masih ada yang bertanya, dari mana partai dakwah bisa bergerak cepat membantu korban bencana dan menggelar bakti sosial sepanjang tahun. Mendekati pemilu, gerakan amal shalih politik itu semakin cepat terasa. Gaspoll, istilahnya.

Kisah infaq yang terjadi Ahad (15/12) lalu ini menggambarkan bagaimana kader-kader partai dakwah menghimpun dana dari kantong-kantongnya sendiri. Sunduquna juyubuna. Mereka bukan hanya berinfak, tetapi bahkan berinfak dengan harta-harta terbaik yang dimilikinya.

Ada ikhwah yang menginfakkan HP Samsung Galaxy SIII, ada ummahat yang menginfakkan giwangnya, ada seorang ustadz yang sering kehujanan saat berdakwah dan ia menunda membeli mobil karena seluruh uang seharga mobil itu diinfakkannya.

Dan dengan izin Allah, hanya dalam satu hari, terkumpullah infaq Rp 1 milyar di acara itu. [Kisah nyata, seperti dituturkan oleh seorang suami kepada Bersamadakwah]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Mengharukan, Ketika Istri Menginfakkan Cincin Pernikahannya "

Post a Comment