Monday, September 3, 2012

Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan.

Beberapa kali saya berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, "Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!" Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.

Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.

Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! "Darimana saya harus memulai...?" saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa 'ilmu ladunni' yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:

Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.

Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.

Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!

Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.

Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.

Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.

Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka

Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, "AKU INGIN BERSEDEKAH!" Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.

Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, "Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!"

Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.

Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt.

Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.

"Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?! " tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, "Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!" Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.

Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. "Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya" jelas dokter Yusfa.

Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.

Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali ... Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya.

Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.

Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.

Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini.

Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa.

Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, "Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!"

Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.

Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, "Alhamdulillah bu Reni.... Alhamdulillah. ...!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami... dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya.. .?!"

Subhanalllah. ... rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.

"Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat." HR. Baihaqi

Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalaminya?

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya .....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan.
Categories:

13 comments:

  1. Subhanalllah, artikel yang sangat bermanfaat mas, terimakash

    ReplyDelete
  2. masya Allah luar biasa,dahsyatnya sedekah...

    ReplyDelete
  3. subhanallah maha suci allah ... yg telah menunjukan kuasa atas segalanya... sungguh ini sebuah pelajaran bagi sya...amiiin

    ReplyDelete
  4. Hal : Permohonan Dana Bantuan Beasiswa Perkuliahan
    Kepada Yth,
    Para Pembaca yang di Rahmati Allah 
    Di tempat.
    السلام عتيكم ورحمة الله وبركاته
    Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah . Shalawat dan salam marilah senantiasa kita limpahkan kepada Nabi besar Muhammad , pembawa dan pemimpin kebenaran bagi umat manusia. Serta sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada para sahabat Nabi  dan orang-orang yang senantiasa istiqomah didalam mengikuti jejak dan sunnah Muhammad .
    Alhamdulillah atas karunia dan nikmat Allah  kita dapat meneruskan dakwah dan perjuangan Nabi Muhammad  untuk menyebarkan Islam ke seluruh umat manusia dan ini adalah karunia serta nikmat dari Allah  bahwa kita telah dipercaya oleh Allah  untuk memegang amanah meneruskan perjuangan Nabi .
    Saya adalah seorang santri alumni dari salah satu Pondok Pesantern di Sumtra Utara ini. Ayah saya adalah seorang petani yang memiliki hutang sebesar ± 200 juta rupiah. Saya sekarang mengajar di salah satu Pondok Pesantren di Kab. Labuhan Batu Selatan (LABUSEL). Yang Alhamdilllah saya mengajarkan pelajaran salah satu bahasa internasional yang membumi yaitu bahasa inggris. Saya seorang guru abdi yang tamatan SMA/Aliyah. Dengan hal tersebut ilmu yang saya punyai untuk mengajarkan kepada siswa sangatlah minim. Apa lagi di era zaman yang serba maju seorang guru harus mempunyai title (gelar) minimal S1.
    Dengan alasan-alasan tersebutlah saya seorang guru sadar bahwa ilmu yang saya miliki masih minim dan harus di tambah. Tetapi saya sedih dengan biaya yang saya miliki belum mencukupi dan sangat minim.
    Dengan inilah saya mengajak para pembaca sekalian untuk menyisihkan keapangan rezki yang dimiliki. Agar sekiranya membantu saya untuk menambah biaya kuliah saya. Dan saya berharap kepada anda untuk menginfakkah harta anda untuk orang yang semangat dalam menuntut ilmu seperti saya Insya Allah. Insya Allah harta yang anda infakkan sekalian adalah salah satu amalan jariyah (amalan yang tidak pernah putus pahalanya) hingga hari kiamat. Yang Insya Allah ini adalah salah satu jalan kepada Anda untuk menambah berat timbangan amalan kebaikan anda disisi Allah , ketika kita semua di kumpulkan oleh Allah ta’ala untuk di hitung Amalnya. Amiin…
    Dan saya berharap kepada Anda sekalian untuk menginfakkan harta yang anda miliki dengan niat yang tulus ikhlas agar Allah menambah rezeki anda semua. Dan saya memohon dan berharap sekiranya saya jika di berikan infak ini salah seorang dari anda tidak mengikat saya ke lembaga atau istansi. Karena saya akan mengamalkan semua ilmu yang saya dapat kepada semua orang baik muda atau pun tua baik laki-laki ataupun wanita tanpa terkecuali.
    Yang Alhamdulillah anda bisa menyalurkan dan menyisihkan harta Anda sebgai infak yang bermanfaat ke Rekkening bank BRI saya.

    A/N : Dedy Yusuf
    No. Rek : 5322-01-005177-53-4
    Bank : Bank BRI Medan
    Unit : Unit Melati Medan

    Demikianlah Surat permohonan bantuan menambah biaya kuliah saya yang saya sampaikan, yang Insya Allah mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua baik saya yang dapat menambah ilmu saya dan anda yang dapat menambah rezeki anda baik harta maupun pahala. Saya sampaikan juga bahwa ini adalah bukan suatu penipuan yang banyak terjadi disekitar kita. Tapi ini Alhamdulillah benar adanya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah menginfakkan hartanya untuk keilmuan saya. Dan saya berdoa kepada Allah semoga Anda selalu dalam lindungan Allah dan limpahan harta dan nikmat kesehatan yang sangat berhaga dari apapun. Amiin …
    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Hormat Saya,


    ( Dedy Yusuf )

    ReplyDelete
  5. subhanallah, maha kuasa Allah atas segalanya.

    ReplyDelete
  6. Subhanallah sedekah memang dahsyat sekali manfaatnya.

    kunjungi juga blog saya tentang sedekah : keajaiban sedekah

    ReplyDelete
  7. Subhanallah.. saya tertarik akan ceritanya...

    ReplyDelete
  8. Subhanallah... Sangat luar biasa kehebatan sedekah....
    silahkan kunjungi balik blog saya tentang Mengetahui Kebenaran Islam

    ReplyDelete