PKS, Jangan Golput

 Oleh : Iqbal Anas/Kompasiana

Lucu aja baca tulisan, opini dan komentar-komentar yang mengatakan bahwa seseorang menang karena ketokohannya semata, bukan karena partainya. Dan yang banyak komentar seperti itu adalah terkait hasil pilkada Jabar dan pilkada Sumut. Pilkada Jabar dikatakan Aher menang karena ketokohan dan keartisan serta kepopuleran Dedi Mizwar, bukan karena PKS-nya. Dulu saat Aher duet dengan Dede Yusuf komentar juga begitu, Aher menang karena kepopuleran Dede Yusuf sebagai seorang artis, bukan karena PKS.  Sekarang giliran Dede Yusuf maju sendiri kok ngak bisa menang kalau memang dulu faktor dia menjadi penentu menangnya Aher? Logika awamnya kalau dia penentu kemenangan maka ngak mungkin dia mau menjadi nomor 2.

Di sumut juga gitu, itu faktor tokohnya, bukan partainya (PKS). Pertanyaannya kalau setiap pilkada faktor tokoh bukan partai, kenapa setiap pilkada juga sangat jarang pasangan yang maju lewat jalur independen meraih kemenangan? kalau memang itu semata faktor tokoh, bukan karena partai.

Saya kira ini hanya alasan-alasan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak suka dengan partai politik. Dan kabar buruknya bagi kelompok ini adalah dalam sistem demokrasi keberadaan partai politik adalah sebuah keniscayaan. Parpol politik tetap harus ada dan menjadi pilar dalam negara yang menganut sistem demokrasi.

Mereka yang tidak suka dengan partai politik adalah orang-orang yang disebut golongan putih, kelompok yang tidak memiliki prinsip dan kontribusi. Kalau memang setiap pilkada Golput selalu menang, kenapa tidak Golput yang memimpin? kenapa tidak Golput yang dilantik menjadi kepala daerah? kenapa tidak Golput yang dilantik jadi Gubernur dan wakil Gubernur atau Walikota dan Wakil Walikota?

Artinya Golput tidak memiliki kontribusi terhadap kemajuan dan perjuangan demokrasi dinegara ini. Bangga tetapi tidak ada kontribusi. Salah satu bentuk kontribusi membangun bangsa dan negara ini adalah dengan ikut berpartisipasi memberikan suara saat pemilu.

Bangga dengan golputnya tetapi tetap aja mengikuti aturan-aturan yang dibuat oleh yang berkuasa? Golput artinya tidak mau tahu dan tidak mau berkontribusi dalam perbaikan bangsa dan negara. Biarkanlah apa yang terjadi, kita kerjakan aja urusan kita pribadi masing-masing, itulah kira-kira prinsip golongan ini.

Ikut berkontribusi sekecil apapun jauh lebih baik dari tidak berkontribusi sama sekali.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "PKS, Jangan Golput"

  1. bukankah kekuasaan yang hakiki hanya di miliki oleh Nabiullah dan para Khalifah??
    setelah runtuhnya kekhalifahan ummat islam ini tidak akan mendapat keadilan dari para pemimpin yang dzolim dan jahil
    maka ummat islam ini akan jaya bila khalifah di tegakkan di muka bumi ini..
    dan ummat ini akan menjadi satu untuk berjaya????

    ReplyDelete