PERANG OPINI

Oleh Ust. Irsyad Syafar
Ketua KNRP Sumbar

Perang jenis ini bukan makhluk baru. Sudah ada semenjak dahulu kala. Semenjak Al-Haq (kebenaran) berhadapan dengan Al-bathil (kebatilan).

Para nabi dan Rasul dahulu diopinikan oleh para penentangnya sebagai orang gila, tukang sihir, pendongeng, pemecah belah bangsa dan tuduhan-tuduhan lainnya. Tidak sedikit orang yang terpedaya oleh opini yang dibangun seperti ini. Sebab, kesan sekilas nampak memang seperti itu. Dimana,
dakwah para Nabi membawa ajaran baru yg aneh dibanding apa yg sudah mapan di tengah masyarakat. Maka dia dituduh gila. Ajaran Nabi bisa membuat orang mengikut dan patuh saja, sehingga dia dituduh tukang sihir. Atau membawa kisah-kisah masa lalu yg banyak orang tidak mengetahuinya. Sehingga ia dituduh sebagai pendongeng atau pembohong. Dakwah Nabi juga berakibat bubarnya rumah tangga, berpisahnya suami dengan istri, anak dengan ayah dan ibu, suku dengan suku, atau kaum dengan kaum, atau malah dalam kaum yg sama terdapat pembela dan penentang. Maka kemudian Nabi dituduh sebagai pemecah belah. Itu semua opini yang dibangun.

Dalam kaitannya dengan kepedulian kita kepada saudara kita di Palestina, masih banyak saja orang yang bertanya, “buat apa membantu mereka? Saudara kita saja masih banyak yang miskin.” Atau ada pertanyaan yang agak bagus sedikit, "untuk apa kita perlu turun ke jalan, berdemonstrasi? Cukup kita kirimkan saja infaq-infaq terbaik kita kesana, sudah cukup…” dan komentar lainnya.

Sesungguhnya peperangan kita dengan Yahudi Israel, tidak sekedar perang tembak-menembak dengan peluru, rudal, roket dan senjata lainnya. Justru perang opinilah yang telah dimenangkan oleh Israel sampai saat ini. Dan KITA umat Islam kalah. Jelas-jelas KALAH. Lihatlah dan tanyalah disekitar kita sekarang, berapa persenkah umat Islam yang tahu dan paham dengan baik bahwa Israel itu sekarang adalah penjajah, bukan penduduk asli bumi palestina? Bahwa yahudi Israel itu adalah kaum Yahudi dunia yang didatangkan dan di imigrasikan dari seluruh dunia: amerika, jerman, eropa, afrika dll.., ke tanah Palestina. Dan lebih dari 5 juta penduduk asli palestina yg muslim terusir keluar negeri. Berapa umat Islam yang tahu ini? Mayoritas umat islam hanya tahu ada perang antara Israel dan pelestina. Dan tidak ada penjajah dan yg dijajah. Inilah opini yang dibuat dan tersebar di tengah umat Islam.

Lebih bejat lagi dari itu, Israel mengopinikan kepada dunia, merekalah yang diserang oleh orang palestina yang mereka namakan teroris. PM Israel, mengajak semua dubes Negara asing yang ada di tel aviv untuk keliling Israel melihat rumah atau bangunan yang kena roket pejuang palestina. Lalu dia katakan kepada para dubes tersebut,”Beginalah yang kami rasakan setiap hari”. Itu semua dikamera, lalu disiarkan seluruh dunia. Maka opini dunia adalah Israel telah diserang, dizhalimi. Karenanya berhak membela diri. Lalu seluruh kepala Negara yg dubesnya ikut menyaksikan itu pasti akan mendukung Israel diforum2 resmi dunia, spt PBB. Sebagai bukti nyata, baru saja di sidang PBB sehari yang lalu, amerika menolak menaikkan status palestina menjadi sebuah Negara di PBB. Tetap hanya diakui sebagai sebuah entitas peninjau di PBB. Lihatlah opini yang mereka buat. Padahal merekalah yagn menjajah. Merekalah yang menembakkan rudal, roket dan pesawat-pesawat siluman, tiap hari ke Gaza, seperti yg saya rasakan dan lihat sendiri selama 5 hari di Gaza sebelum perang November ini pecah.

Karenanya, kita membela palestina wajib mengeluarkan seluruh bentuk perlawanan dan perjuangan. Ya dengan uang dan infaq, lobi-lobi politik ke berbagai Negara agar Negara yang pro palestina semakin banyak, tekanan-tekanan politik dengan adanya demo dan aksi solidaritas Palestina di berbagai Negara. Itu semua akan membangun opini bahwa banyak Negara yang pro dengan rakyat palestina. Ini pasti akan mempengaruhi sikap amerika, Israel dan sekutunya. Lihat saja ancaman PM Turki kepada Israel di hari ke 7 penyerangan: “Jika Israel masuk menyerang dari darat, maka Israel akan dikucilkan di kawasan”. Lontaran ini jelas punya pengaruh kepada Israel dan menekannya.

Dengan turunnya ribuan atau bahkan puluhan ribu massa kejalan-jalan di berbagai kota dan Negara, itu semua membangun opini dunia bahwa banyak pihak membela Palestina. Opini ini Sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada sikap Israel. Seandainya kita umat Islam berinfaq ke palestina samapi 10 triliun atau lebih, tapi kita diam saja dirumah saat israel menyerang gaza, tidak ada kutukan, tidak ada penentangan dsb, niscaya Israel akan terus membantai saudara-saudara kita di Gaza.

Atau ribuan masa di Negara-negara non muslim spt china, jepang, jerman, inggris dsb, turun ke jalan mengutuk serangan Israel. Tapi kita umat Islam diam saja di rumah tidak menyatakan sikap sama sekali. Belum tentu juga akan menghentikan serangan Israel. Bahkan akan membuat semakin berdukanya saudara kita di palestina. Orang non muslim peduli dengan kita, tapi kaum muslimin sendiri tidak. Atau Israel akan berkata: “Ngapain kalian repot-repot berdemo, saudara mereka sendiri yang seagama saja tidak ambil peduli…”.

Lebih dari itu, keluarnya kita ke jalan berdemonstrasi secara damai, akan diliput oleh media nasional dan internasional. Kemudian menjadi opini dunia. Lalu saudara-saudara kita di Palestina menyaksikannya di televisi mereka. Maka itu akan memberikan dukungan moril dan maknawi yang sangat maksimal. Mereka menjadi semakin teguh dan kokoh untuk bertahan menghadapi penjajah israel. Karena ‘saudara-saudara kandung’ mereka di penjuru dunia mendukung mereka. Mereka tidak merasa sendirian berjuang. Apalagi kalau yang mendukung itu saudara kandung terbesar, umat Islam Indonesia yang terbesar di dunia.

Karena itu, semua bentuk dukungan mesti dikerahkan oleh umat Islam. Termasuk menghadapi perang opini yang dibangun oleh yahudi internasional.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERANG OPINI"

Post a Comment