Sunday, May 6, 2012

Situs  WikiLeaks membocorkan data kawat Rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) mengenai Indonesia. Berdasarkan dokumen terbaru ini, WikiLeaks menyebut menteri-menteri yang dapat dijadikan mitra komprehensif AS dalam Mempercepat Tananan Dunia Baru.

Pada 21 Oktober 2009 saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan kabinet barunya. Kedubes AS memberikan daftar nama menteri-menteri yang berpeluang sebagai sekutu utama Negeri Paman Sam.



Dokumen dengan no referensi 09JAKARTA1773 dan dibuat pada 23 Oktober 2009 tersebut, menyebutkan beberapa menteri yang dianggap sebagi mitra komprehensif dalam hubungan AS-RI. Dubes AS saat itu Cameron Hume, memaparkan beberapa nama menteri yang potensial.

Kabinet yang baru dibentuk saat itu, di mata AS memiliki beberapa sektor penting yang dapat dilakukan kerja sama komprehensif. Sektor itu antara lain, ekonomi, kesehatan, lingkungan serta keamanan dan pertahanan. Demikian disebutkan dalam situs WikiLeaks, Kamis (25/8/2011).

Di bidang ekonomi, duet Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tetap mengisi posnya di kabinet saat itu. Keduanya dianggap diterima dengan baik oleh kalangan pebisnis.

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa yang juga disebut dokumen itu sebagai sekutu terdekat dalam Pemerintahan SBY, dianggap dapat menggunakan kekuatan politiknya untuk mendorong inisiatif kebijakan ekonomi. Tetapi Hatta dianggap tidak memiliki rekam jejak yang baik dalam melakukan reformasi.

Pada bidang kesehatan, pemilihan Dr Endang Rahayu Sedyaningish sebagai Menteri Kesehatan dianggap sebagai pilihan bagus. Sementara Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta dianggap sebagai akademisi terhormat dan akan memfokuskan isu perubahan iklim dalam masa kerjanya.

Bocoran kawat diplomatik Kedubes AS ini juga menyebutkan mitra dialog kunci dalam isu keamanan dan pertahanan, yakni Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djoko Suyanto. Mantan Panglima TNI di mata AS disebut sebagai tokoh kunci dalam reformasi militer Indonesia.

Selain itu, bocoran kawat diplomatik AS ini juga menyebutkan dilakukan tindakan nyata untuk menarik Menteri Marty Natalegawa sebagai partner kunci hubungan diplomatik AS-RI.

Tindakan pertama yang diminta oleh Kedubes AS kepada Pemerintah Washington adalah, untuk segera mungkin meminta Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memberikan selamat kepada Marty karena ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri RI. Saat itu, Marty menggantikan posisi menlu sebelumnya yang dijabat oleh Hassan Wirajuda.

Dokumen ini juga menyebutkan rekomendasi yang diberikan agar Menlu Clinton mengirimkan permintaan formal selain mengucapkan selamat, tetapi juga meminta diadakannya pertemuan di sela-sela pertemuan APEC pada November di Jakarta 2008. Dokumen ini juga mendesak agar Menlu Natalegawa sebagai rekan dan penyokong.

Sumber  Utama : Wikileaks

di Copy Paste oleh : okezone.com

                                 vivanews.com

                                detik.com





Categories:

0 comments:

Post a Comment