Sunday, February 26, 2012

Riset Al Quran & Sains: QALBU (JANTUNG) PUSAT BERFIKIR MANUSIA

" Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai Qalbun (jantung) yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah Qalbun yang di dalam dada."(QS. Al-Hajj: 46)

Syaikh az-Zindani ditanya: Apakah pusat keyakinan (keimanan) dan berpikir dalam diri manusia adalah jantung? Jika demikian, bagaimana dengan praktek cangkok jantung dan pemasangan jantung buatan? Dan apakah al-Qalb (jantung) yang ada dalam al-Quran dan Sunnah (hadits) adalah jantung ini?

Beliau menjawab:Pagi hari ini baru saja aku menemukan jawaban baru, yang telah lama aku mencarinya. Sejak beberapa waktu yang lalu, kami terus mencari dan menelusuri permasalahan ini. Maka kami mengutus salah seorang saudara kami ke pusat proses mekanisme pengubahan (pencangkokan) jantung buatan di Amerika. Dia berkata:" Apakah Anda mengizinkan saya untuk bertemu dengan pasien?" Mereka berkata:" Kami tidak mengizinkan untuk Anda!" Mengapa? Saya hanya ingin bertemu dengan mereka dan bertanya kepada mereka.

Maka apa yang terjadi? Mereka merasa sangat cemas dan gelisah dengan permintaan saya! Mengapa? Mereka berkata kepada saya:"Informasi apapun yang Anda inginkan, kami akan menyajikannya untuk Anda." Kami katakan:" Insyaa Allah, Rabb (Tuhan) kita akan mengungkap dan akan menjadikan hal ini sebagai suatu keajaiban ilmiah, yang kami berbicara dengannya pada hari-hari dan tahun tahun mendatang - Insya Allah - sehingga kalian akan melihat dan akan mengingatnya."

Maka kami mulai mencari dan meneliti kembali, dan ternyata ada salah seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz berkata kepadaku:" Apakah anda belum mendengar berita tentang hal itu?!" Saya berkata:" Apa itu?" Dia berkata:"Berita itu sudah dipublikasikan dalam sebuah koran semenjak tiga setengah tahun yang lalu. Koran itu mengatakan:" Mereka menemukan bahwa jantung bukan hanya memompa darah, tapi ia merupakan pusat akal dan pikiran." Allahu Akbar, tunjukan dan berikan kepadaku koran tersebut.

Lalu ia pun membawakan koran itu untukku, dan koran itu ada padaku. Dan ini adalah pintu pertama. Hari-haripun berlalu dan suatu ketika aku berada di pusat penggantian jantung di Yordania. Maka aku berkata:"Negeri ini adalah negeri Arab semoga saja -Insyaa Allah- akan mudah bagi kami untuk mendapatkan pengetahuan (maklumat) tentang hal itu." Dan kami melihat hal itu dengan mata kami sendiri. Lalu salah seorang saudara kami pengamat dalam masalah ini berkata:"Apakah Anda mendengar konferensi pers tentang orang pertama yang mengganti jantungnya?" Aku berkata:" Tidak." Dia mengatakan:" Telah diadakan konferensi pers, dan mereka berkata (keluarga orang yang jantungnya diganti):' Jika kalian bersama kami di rumah kami, kalian melihat perilaku dia (orang yang jantungnya diganti), niscaya kalian tidak akan iri kepada kami terhadap penggantian jantung ini.'" Dan masih ada perkataan lain di sana namun bukan itu yang menjadi topik pembahasan kami.

Pagi hari ini salah seorang saudara kami, seorang dokter dari Saudi yang sibuk dalam proses penggantian jantung dan ingin mempersiapkan penelitian untuk masalah ini, menghubungiku. Maka aku mulai bertanya kepadanya:"Saya ingin anda fokus pada perubahan yang terjadi pada akal (mental), psikologis (kejiwaan), dan kemampuannya untuk memilih, apa yang terjadi?" Dia berkata:" Pertama saya ingin mengatakan kepada anda sesuatu yang sekarang sudah maklum (diketahui) oleh orang-orang yang bekerja di bidang ini, yaitu bahwa jantung yang baru, tidak ada sedikitpun perasaan dan emosi padanya."

Apa maksud ungkapan ini? Dia mengatakan:" Jantung ini (jantung buatan) jika engaku mendekatkan kepadanya sesuatu yang tampaknya membahayakan, maka seolah-olah ia tidak merasa terancam oleh apa-apa! Padahal yang kedua (jantung asli) akan merinding ketakutan. Dan jika engkau mendekatkan kepadanya sesuatu yang disukainya, maka seolah-olah engkau tidak memberikan apa pun kepadanya. Sungguh jantung yang dingin (pasif) dan tidak interaktif dengan seluruh anggota tubuh."

Maka aku katakan:" Ini -insya Allah- Dia akan mengungkap banyak sisi kemukjizat (keajaiban), dan akan menunjukkan apa yang kami cari, maka bersabarlah sedikit. Karena masalah ini baru di awalnya." Mereka mengatakan:" Mereka menemukan bahwa di dalam jantung ada hormon untuk berfikir, dan hormon ini mengirim pesan ke seluruh tubuh. Dan sesungguhnya jantung adalah pusat nalar dan berpikir, dan bukan hanya sekedar pemompa darah." Wallahu A'lam dan sungguh janji kita adalah dekat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

(Sumber:أنت تسأل والشيخ الزنداني يجيب حول الإعجاز العلمي في القرآن والسنة



EFEK SAMPING TRANSPLANTASI JANTUNG: APAKAH MEMORI TERSIMPAN DALAM SEL?

Legenda menceritakan bahwa pada 2.500 tahun lalu, pada masa Periode Negara Berperang, dua pria menemui seorang ahli pengobatan China kuno terkenal bernama Bian Que. Bian menyembuhkan penyakit mereka dengan sangat cepat, tetapi dia menemukan bahwa kedua pria ini mempunyai masalah lain yang dapat menjadi serius sejalan dengan waktu. Bian mengatakan bahwa mereka akan jadi sehat jika mereka saling menukar jantung mereka, dan mereka setuju untuk mengizinkan Bian melakukan operasi.

Bian memberikan pada dua orang tersebut sejenis anestetik, dan mereka kehilangan kesadaran selama tiga hari, waktu yang dipergunakan oleh Bian untuk membuka dada mereka, menukar jantung mereka, dan melakukan pengobatan. Ketika mereka sadar kembali, mereka telah pulih dan sehat seperti sedia kala.

Tetapi terdapat suatu masalah: ketika mereka pulang ke rumah, mereka berdua tercengang karena istri mereka tidak dapat mengenali mereka. Ternyata mereka berdua saling tertukar pergi ke rumah temannya dan berpikir bahwa istri temannya itu adalah istri mereka.

Hampir tidak dapat dipercaya bahwa pembedahan semacam itu dapat dilakukan pada 2.500 tahun lalu, tetapi cerita ini secara luar biasa mirip dengan situasi yang ditemui pada kasus tranplantasi jantung moderen.

Media Inggris, Daily Mail, melaporkan bahwa setelah melakukan sebuah transplatasi jantung, Sonny Graham dari Georgia jatuh cinta kepada istri si pendonor dan menikahinya. Dua belas tahun sesudah pernikahan, dia melakukan bunuh diri dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh pendonornya.

Pada laporan Daily Mail yang lain, seorang pria bernama William Sheridan menerima sebuah jantung dari seorang pelukis yang meninggal karena sebuah kecelakaan mobil, dan tiba-tiba dia mampu untuk membuat lukisan indah tentang kehidupan liar dan pemandangan alam.

Claire Sylvia, penerima donor jantung dan paru-paru pada 1988, menulis dalam bukunya A Change of Heart: A Memoir, bahwa setelah melakukan transplantasi dia mulai menyukai mengonsumsi bir, ayam goreng dan paprika hijau, yang sebelumnya tidak dia sukai, namun pendonor remaja pria berusia 18 tahun amat menyukainya.

Dia bermimpi di mana dia mencium seorang seorang anak lelaki yang dipikirnya bernama Tim L., dan menghirupnya ke dalam dirinya pada saat berciuman. Dia kemudian menemukan bahwa Tim L. adalah nama pendonor tersebut. Dia heran apakah hal ini terjadi karena salah seorang dokter menyebutkan namanya pada saat dia dioperasi, tetapi kemudian dokter memberitahukan bahwa mereka tidak tahu nama si pendonor.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Near-Death, Dr. Paul Pearsall dari University of Hawaii dan Dr. Gary Schwartz dan Dr. Linda Russek dari University of Arizona mendiskusikan 10 kasus dari transplantasi jantung atau jantung - paru-paru di mana dilaporkan bahwa para penerima donor mempunyai "perubahan dalam makanan, musik, seni, seks, rekreasi, dan pilihan karir, dan termasuk contoh-contoh tanggapan yang spesifik terhadap nama dan pengalaman yang berhubungan dengan pendonor."

Dalam salah satu kasus, mereka gambarkan pendonornya adalah seorang keturunan Afrika Amerika, jadi penerima berpikir bahwa pendonor menyukai musik rap dan tidak mengira bahwa transplantansi yang dia lakukan telah menyebabkan kegemaran baru terhadap musik klasik. Dan ternyata pendonor tersebut adalah seorang pemain biola dan menyukai musik klasik.

Kasus ini mengesankan bahwa perubahan perilaku penerima donor terjadi tanpa diduga sebelumnya. Namun kasus-kasus seperti ini tidak serupa dengan efek pengobatan plasebo yang menimbulkan perubahan kondisi kesehatan pasien secara langsung tanpa diduga sebelumnya.

Sebagai tambahan, peneliti menemukan bahwa seperti penerima di atas, ada kemungkinan bahwa penerima lain yang mengesampingkan ide bahwa mereka telah mengadopsi kegemaran pendonor karena harapan mereka pada pendonor, sehingga jumlah penerima transplantasi organ yang mengalami perubahan kepribadian serupa seperti pendonor mereka tidak terlaporkan.

Pearsall, Schawartz dan Russek menyimpulkan bahwa kejadian ini terjadi secara kebetulan, dan hipotesa yang menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh ingatan dalam sel, yang berarti bahwa memori dan kegemaran dapat tersimpan dalam sel.

Tetapi tidak dapat terdeteksi apakah bentuk memori ini eksis.

SUMBER ; 
http://www.hisyam.cigas.co.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=68

3 comments:

  1. Pandangan dan analisis Dr.Taufiq Pasiak
    1. Saya berprasangka baik bahwa kita semua bertujuan membuktikan kebenaran alqur’an dengan melihat satu sisi dari sains. Mengutip Nabi: “orang yang mencari kebenaran, lalu ia temukan kebenaran, maka ia beroleh 2 pahala (pahala mencari dan pahala mendapatkan). Sedangkan dia yg mencari kebenaran, lalu salah jalan, maka ia beroleh satu pahala (pahala mencari saja). Saya husn dzhon bahwa syaikh dan kawan di Arab Saudi ini sedang berijtihad mencari kebenaran. Meskipun demikian, sebagai masukan saja, mukjizat alquran itu tidak hanya hal-hal ilmiah saja, tetapi juga pada : aspek bahasa dan aspek berita gaib.
    2. Sumber rujukan dari pernyataan-pernyataan yang saya terima ini tidak begitu jelas. Menurut hemat saya, ini bagaikan sebuah informasi yang dipublikasi setelah mendapatkan 1 atau 2 informasi lain yang juga belum jelas rujukannya. Bagi saya seorang ilmuwan, pendapat ini bisa dipercayai secara ilmiah jika memang dimuat dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi. Koran bukanlah sumber pustaka ilmiah. Jurnal ilmiah mengedepankan content atau isi yang diberitakan, sedangkan Koran mengutamakan aspek publisitas saja, meski belum tentu begitu yang dimaksud.
    3. Ada beberapa hal yang pengertiannya belum jelas dalam informasi syaikh di atas, antara lain: apa itu berpikir, bernalar, memompa jantung, hormon, emosi, dll. Ini harus dipertegas apa yang dimaksud.
    4. Pendapat bahwa berpikir itu di lakukan oleh jantung lemah argumentasinya karena hal-hal sebagai berikut (baik filosofis dan sains):
    a. Kasus-kasus orang yang berubah perilakunya setelah operasi jantung itu bukan cerita baru dalam dunia kedokteran. Dokter Deepak Coopra adalah dokter yang paling banyak memberikan perhatian pada hal ini. Fakta ilmiah membuktikan bahwa usai kerusakan otak hampir selalu terjadi gangguan atau perubahan perilaku. Ini tidak terjadi dengan operasi jantung, baik transplant maupun operasi biasa. Jika ada kasus yang dilaporkan mengalami perubahan perilaku itu sebenarnya bisa dijelaskan dari segi ilmiah tentang hubungan otak dan jantung. Jantung dan otak memang 2 organ yang hubungannya sangat kuat dibandingkan organ tubuh lain.
    b. Berpikir itu meliputi analisis dan pengambilan keputusan setelah melalui abstraksi-abstraksi atas fakta-fakta. Semua riset ilmiah membuktikan bahwa kegiatan berpikir itu diproses dalam otak melalui pusat integrasi sensorik, fungsi luhur (bahasa, dll) dan integrasi motoric. Ini tidak terjadi di jantung. Namun, bnahwa jantung itu berperan adalah benar adanya, karena jantung adalah pompa darah terbesar dalam tubuh. Ia berfungsi utama sebagai pompa untuk menopang banyak fungsi lain, termasuk fungsi otak untuk berpikir. Jantung memompa darah dan otak berpikir. Hubungan ini sudah diatur dengan sangat canggih oleh Allah SWT.
    c. Bagi mereka yang mempelajari otak dan jantung dengan cermat akan berkesimpulan bahwa otak lah yang mengatur berpikir (dan mewujud dalam perilaku). Bukan jantung. Pendapat bahwa berpikir itu di jantung lebih didasari oleh hadits: “segunpal daging (mudghah) yang ada di dada yang disebut qolb”. Qolb atau kalbu berarti bulak-balik. Lebih cocok diterjemahkan sebagai mood atau emosi yang berubah-ubah dengan cepat.
    d. Dalam alqur’an, kata akal disebut 48 kali dalam bentuk kata kerja (fi’il, verb) dengan obyek mulai hal-hal empirik dan factual hingga eskatologis. Dengan berpikir, maka manusia bergerak hidupnya sebagai manusia. Jantung membuat manusia bergerak persis seperti bergeraknya binatang. Sedangkan berpikir membuat manusia menjadi manusia.
    5. Berdasarkan penjelasan awam di atas saya berpendapat (wallahu a’lam) bahwa keliru pendapat yang menyatakan bahwa BERPIKIR itu dilakukan oleh jantung. Dan akan merupakan hal yang berbahaya (secara ilmiah) jika ini disebarluaskan.
    6. Semoga manfaat
    Salam Takzim
    Dr.Taufiq Pasiak, dr., M.Pd., M.Kes.
    • Ketua Centre for Neuroscience, Health and Spirituality (C-NET) UIN Kalijaga Jogjakarta.
    • Sekjen Indonesia Neuroscince Society (INS).
    • Sekertaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum Dr Taufiq, fakta di antara korelasi jantung dan otak ada benarnya juga kerana sudah tercatat di dalam Al-Quran mengenai kebenaran organ mana yang mencetuskan daya fikiran dan emosi. Namun, daripada Surah Al-Hajj,46: "Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati(akal) mereka dapat memahami,telinga mereka dapat mendengar?Sebenarnya bukan mata itu yang buta,tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada". Hati(terjemahan negara Malaysia,yang sepatutnya jantung) daripada perkataan Qulb dan menariknya juga hati dianggap akal. Bagaimana pula kajian Dr Taufiq mengenai neurosains dan interpretasi terhadap jantung?
    Mohon dikongsikan.

    ReplyDelete
  3. Penjelasan cukup masuk akal menurut saya ada di sini
    http://collection27.blogspot.com/2012/03/dimana-letak-akal-nafsu-dan-ruh.html
    Jadi Qolbu = Jantung, yg merupakan pusat Akal dan Nafsu manusia

    ReplyDelete

PASANG IKLAN