Abu Ubaidah: Al-Qassam Miliki Strategi Risaukan Israel

Jubir Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, menyatakan, mayoritas senjata yang digunakan Brigade Al-Qassam melawan tentara Israel dalam agresi terakhir ke Gaza adalah buatan lokal. Abu menegaskan, Al-Qassam masih memiliki sarana perang yang akan membuat Israel khawatir dan menggagalkan tujuannya.

Dalam dialog dengan kantor berita Anatolia di Gaza, Abu Ubaidah menambahkan, Brigade Al-Qassam memiliki sarana perang yang bisa membuat Israel takut dan menggagalkan rencananya saat menggelar operasi militer.
Menurut Abu Ubaidah, Al-Qassam memiliki strategi militer integral untuk melawan penjajah di tanah Palestina, tidak sekedar merespon serangan, tetapi memiliki scenario modern.

Brigade Israel dalam kondisi siaga menghadapi Israel kapanpun, selama masih ada sejengkal tanah Palestina yang dijajah, sambung Abu.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah perlawanan Palestina, pejuang Al-Qassam berhasil menjatuhkan beberapa pesawat militer Israel, terang Abu.

Keputusan pimpinan Brigade Al-Qassam menyerang kota Tel Aviv dan Al-Quds dilakukan setelah dipelajari dengan seksama.

Abu menegaskan bahwa Al-Qassam telah memprediksi kemungkinan terburuk menghadapi Israel. Kami siap dengan berbagai kemungkinan, Israel sering melanggar janji, dan masih mendeklarasikan perang ke Gaza serta masih memiliki rencana melakukan agresinya.

Abu Ubaidah menyerukan kepada bangsa Arab dan umat Islam untuk membuat strategi bersatu guna membebaskan Palestina.


Ticket Event StartupAsia - 7/8 Juni 2012

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Abu Ubaidah: Al-Qassam Miliki Strategi Risaukan Israel"

  1. Mohon diganti semua kata Israel dengan Zionis. Karena Isroil adalah Nabi Ya'qub yang mulia tak pantas disematkan pada manusia paling jahat di muka bumi ini. Dikalangan pergerakan di timur tengah sudah biasa mereka tidak pernah menyebut negara zionis itu dengan Israe. Kalo tidah Yahudi yang Zionis. Mohon pengertiannya.

    ReplyDelete
  2. baiknya zionis saja...peace n love

    ReplyDelete