Wednesday, October 17, 2012

Partai Islam diprediksi oleh sejumlah lembaga survei akan mengalami kemunduran pada Pemilu 2014. Meski demikian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sependapat dengan prediksi tersebut.

"Dikatakan Partai Islam jeblok, tapi dalam waktu bersamaan survei menyampaikan bahwa problem bangsa ke depan adalah pemberantasan korupsi. Kalau itu menjadi problem mestinya yang dipilih adalah bukan partai yang korupsinya sangat tinggi," kata Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu 17 Oktober 2012.

Hidayat mengungkapkan partai-partai yang disebut partai dengan tingkat korupsi terbesar merujuk pada tiga partai nasionalis terbesar yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan. Menurutnya, jika pemberantasan korupsi menjadi ukuran, maka konstelasi politik usai Pemilu 2014 akan berubah drastis.

"Faktanya, data pemilu 2009, dari 29 partai nasionalis sekuler yang dipilih rakyat hanya 5. Sedangkan partai Islam ada 7, yang dipilih 4 dan lolos parlementary treshold. Lebih banyak partai Islam," jelasnya.

Hidayat pun menyanggah PKS akan segera melakukan evaluasi internal menyusul hasil-hasil survei tersebut. PKS, katanya, tetap akan melakukan evaluasi ada atau tidak ada survei.

"Bagi kami ada survei atau tidak kami biasa melakukan evaluasi, itu kerja rutin. Di fraksi mingguan, di partai ada mekanisme bulanan, tahunan. Kami juga mempunyai kader yang melakukan survei internal yang lebih objektif," jelasnya.
Categories:

1 comment: