SURBAN UNTUK BUMI

Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar.Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam,dan menundukkan matahari dan bulan.masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.(Az Zumar ayat 5)

Menarik untuk diamati bahwa ayat ini menggunakan kata “Yukawirru”yang berasal dari kata Takwir yang berarti menutupkan,atau membuat sesuatu menyusul sesuatu yang lain,dalam hal ini,istilah tersebut biasa digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang menggunakan atau memasang surban pada kepalanya.Pernyataan “menutupkan (Yukawiru) malam atas siang dan menutupkan siang atas malam” hanya bisa dipahami apabila bentuk bumi adalah bulat.sesuatu yang sangat luar biasa karena di ucapkan 1400 tahun yang lalu dimana tidak ada astronot yang pergi ke ruang angkasa saat itu untuk menyaksikan bagaimana terjadinya malam dan siang di bumi.hanya ketika manusia mampu berangkat ke ruang angkasa saja lah,manusia dapat menyaksikan bagaimana bumi yang bulat,berputar diselubungi cahaya terang dan gelap yang mengindikasikan malam dan siang,yang saling susul menyusul.persis seperti diputarnya kain ketika seseorang mengenakan surban di kepalanya.

Sebenarnya,bulatnya bumi tidak benar benar diyakini
sebagian besar manusia kecuali pada saat Russia meluncurkan satellite pertamanya,Sputnik pada tahun 1957.karena pada saat itulah ilmuwan dapat mendapatkan foto planet bumi melalui alat yang dipasang pada satelit tersebut.pada tahun 1966,satelit Lunic 9 mendarat dipermukaan bulan.dan melalui alat foto yang dipasang pada perangkat ini,kembali manusia sedunia diyakinkan bahwa bentuk bumi ini adalah bulat.

Perlu juga di perhatikan bahwa saat itu,manusia menyangka bahwa bentuk bumi adalah datar.petunjuk bahwa bumi adalah bulat sungguh sangat kontraversial saat itu.dan hanya di masa sekaranglah kita bisa menyaksikan kebenaran saintifik dari ayat ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SURBAN UNTUK BUMI"

Post a Comment