MENDADAK DUKUN


Tamu: “Assalamu alaikum ustadz…!”

Ustadz: “Waalaikumussalam. Silahkan masuk…”

Tamu: “Begini ustadz, mengenai komentar ustadz tadi, katanya ustadz punya amalan jitu agar bisa aman dari bala yang akan turun tahun ini. Ane berniat untuk mengamalkannya ustadz…”

Ustadz: “Hmmm…boleh…boleh… Namun ada syaratnya untuk mengamalkan amalan tersebut.”

Tamu: “Syaratnya apa ustadz? Ane siap mengamalkannya stadz!”

Ustadz: “Ente shalat 5 waktu setiap hari?”

Tamu: “Ee…aduh maaf stadz…shalat ane masih bolong2…hehehe…”

Ustadz: “Kenapa masih bolong2? Syarat pertama, ente harus shalat 5 waktu setiap harinya karena itu adalah kewajiban dari Allah untuk hamba-Nya, dan tidak boleh ditinggalkan sekalipun! Jika sampe ditinggalkan, maka amalannya akan hilang, paham ente?”

Tamu: “Siap ustadz, akan ane laksanakan!” (Makin yakin ane kalo amalan ini baik, bukan sesat, karena syaratnya juga baik…)

Ustadz: “Adapun amalan yang kedua, baca wirid ini setiap habis shalat 5 waktu, ini ane kasih buku wiridnya. Wirid ini karangan guru ane, didapat dengan susah payah setelah puasa 40 hari.”

Tamu: “Terima kasih stadz…! Insya Allah wiridannya akan ane amalkan setiap waktu. Ngomong2 maharnya berapa stadz?”

Ustadz: “Maharnya gak usah, cukup bayar buku wiridnya saja, harganya hanya Rp.200ribu.”

Tamu: (Alhamdulillah gak mahal maharnya, mudah2an bukan ustadz materialis) “Ini uangnya stadz, terus ada syarat yang lain?”

Ustadz: “Syaratnya tinggal satu lagi, mudah koq…”

Tamu: “Apa itu stadz?”

Ustadz: “Ente pelihara ayam tatawa yang lahir bulan shafar malam legi.”

Tamu: “Wah…dimana ntu nyarinya stadz?”

Ustadz: “Cari aja dimana2, banyak yang jual koq… Kalo gak nemu, hubungi ane, nanti ane cariin.”

Tamu: “Baik ustadz, ane pamit dulu…”

Sepekan kemudian….

Tamu: “Assalamu alaikum ustadz!”

Ustadz: “Waalaikumussalam…Bagaimana ayamnya, ketemu?”

Tamu: “Belum ketemu stadz, ane udah ngubek2 kota jakarta, gak ada yang jual kalo yang lahir bulan Shafar malam Legi, rata2 ayam mereka gak dicatet lahirnya.”

Ustadz: “Yaa kalo ente nyarinya di penjual ayam biasa gak bakal mereka tau waktu lahirnya. Kalo di kami hal itu sudah biasa, dan setiap ayam atau apa saja yang lahir selalu kami catet waktu lahirannya. Tunggu sebentar, ane coba kontak ke kawan ane dulu, masih punya stok gak.”

Tamu: “Baik ustadz…”

Tidak berapa lama…

Ustadz: “Alhamdulillah kawan ane masih punya stok satu ekor ayam tatawa nya yang lahir bulan Shafar malam legi.”

Tamu: “Alhamdulillah…berapa harganya ustadz?”

Ustadz: “Harganya agak mahal, karena termasuk ayam yang langka. Kawan ana mintanya 13 juta.”

Tamu: “Gleekkk!… (Mahal amat ayamnya…seharga frame sepeda Polygon Collosus). Ya sudah gpp stadz, ana ambil. Hari ini ana transfer uangnya insya Allah…”

Ustadz: “Oke, ana sudah pasti’in ke kawan ana. Dia setuju.”

Tamu: “Kapan ayamnya bisa ane ambil stadz?”

Ustadz: “Berhubung kawan ane tinggalnya di pulau Halmahera, terpaksa harus ane ambil dulu ayamnya kesono.”

Tamu: “Haaahhh??? Koq jauh sekali stadz?”

Ustadz: “Ya jauh, daripada gak ada??”

Tamu: “Terus kesananya gimana stadz? Kan butuh transport?”

Ustadz: “Ana siap kesono ngambil ayamnya. Ane cukup butuh uang transport 5 juta. Insya Allah 3 hari ana sudah kembali.”

Tamu: (Koq jadi kayak begini ya??? Mau dibatalin gak enak, udah terlanjur transaksi…)
“Oke stadz, insya Allah nanti ane transfer.”

Setelah 3 hari…

Tamu: “Assalamu alaikum…”

Ustadz: “Waalaikumussalam. Silahkan masuk…”

Tamu: “Gimana stadz, dapat ayamnya?”

Ustadz: “Ini ayamnya. Gimana, bagus?”

Tamu: “Iya bagus stadz…” (tampang muka lesu)

Ustadz: “Tolong ente pelihara baik2 ayam ini. Jangan sampe mati karena ini syarat agar ente aman dari bala.”

Tamu: “Baik stadz. Ana pamit dulu stadz… Oh ya, ngomong2 umpannya apa stadz?”

Ustadz: “Oiya ane lupa kasihtau…berhubung ayam ini langka, jadi gak boleh sembarang kasih umpan. Ayam ini hanya boleh dikasih umpan beras Mesir yang warnanya coklat.”

Tamu: “Haaahhh??? Dimana belinya stadz?”

Ustadz: “Susah nyarinya disini, adanya di Mesir. Tapi kalo ente mau, ane bisa ngadain. Harganya mahal, seliternya 300 ribu. Besok ente kemari aja, mudah2an berasnya sudah ada…”

Tamu: Kabuuuuuuuuurrrrrrrr……!!!!

Awas banyak ustadz mendadak jadi dukun. Dukun juga pintar modus. Berhati2lah…sudah banyak orang kaya yang bangkrut jadi miskin. Di dunia mereka bangkrut jadi miskin, di akhirat mereka juga bangkrut, hilang pahala2 mereka selama2nya, dan ancaman mereka adalah neraka. Jangan tertipu dengan mereka, jangan mendatangi mereka, jangan percaya mereka, jangan bermuamalah dengan mereka.
Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENDADAK DUKUN"

Post a Comment