Setelah Jima, Ngapain?

Dari Anas r.a, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Apabila seorang dari kalian menggauli istrinya, hendaklah menyempurnakannya, apabila hajatnya telah selesai sebelum hajat istrinya selesai janganlah ia meninggalkan istrinya hingga selesai pula hajatnya” [HR Abdur Razaq dan Abu Ya’la], takhrij dalam buku bimbingan seks pandangan Islam dan medis hal 42].

Betapa hebatnya Islam mengatur semua sendi kehidupan. Rasul dengan tegas menyatakan bahwa jima tidak hanya dilakukan “ketika” saja, tetapi juga setelahnya. Betapa pentingnya momen setelah jima ini. Nah, zaman kita sekarang, apa yang harus dilakukan bersama pasangan setelah jima?

Mandi air hangat berdua
Lekat satu sama lain di bawah pancuran dapat menjadi pengalaman merilekskan dan sensual. Menikmati air  hangat dan habiskan waktu untuk menyabuni satu sama lain. Aktivitas usai hubungan jima ini tidak hanya menyegarkan Anda berdua, tetapi juga akan meningkatkan keintiman.

Saling pijat

Tidak ada cara yang lebih baik untuk menjaga koneksi fisik dengan pasangan daripada pijatan sensual. Ada saat ketika Anda merasa sangat bersemangat setelah berjima, maka pijatan ringan di bahu dapat menenangkan. Sementara itu, Anda bisa membisikkan kata-kata mesra di telinga pasangan.

Bersiap untuk jima  berikutnya

Jangan langsung beraksi untuk melakukan “ronde” kedua segera setelah Anda selesai dengan ronde pertama. Istirahat dulu. Minum air putih untuk membiarkan otot Anda rileks, kenakan baju Anda, dan mulai dari awal lagi. Anda juga dapat memanjakan diri dalam sebuah suasana ringan untuk membangun suasana. Dan jangan lupa, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu hendak menggauli istrinya, lalu ingin mengulanginya kembali hendaklah berwudhu diantara keduanya dengan satu kali wudhu, karena wudhu itu akan dapat membangkitkan semangat untuk mengulanginya,” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Setelah Jima, Ngapain?"

Post a Comment